Sepakbola Italia Dalam Kesulitan | Kick Nawan

Minggu, 07 Oktober 2012

Sepakbola Italia Dalam Kesulitan




CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge memberikan resep kepada klub Serie A agar dapat sesukses Bundesliga.

Menurutnya, kurangnya infrastruktur yang ada di klub-klub Serie A telah membuat posisi klub mengalami kesulitan. Bahkan untuk memperoleh untung, menurutnya, klub Serie A sampai harus menjual bintang mereka.

Kemudian ia mencontohkan bagaimana AC Milan harus menjual dua bintang mereka, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva ke Ligue 1 untuk bergabung bersama Paris Saint-Germain.

"Sepakbola Italia dalam kesulitan, tapi aku yakin mereka akan mampu mengelola krisis ini," kata Rummenigge.

Salah satu resep yang menurut Rummenigge menjadi salah satu kunci kesuksesan Bundesliga adalah terjangkaunya harga tiket. "Stadion Jerman selalu penuh karena kami menerapkan kebijakan sosial untuk menjaga tiket kami terjangkau bagi kaum miskin," tambahnya.

Lantas Rummenigge juga memberi contoh bagaimana Allianz Arena mampu memberikan kenyamanan kepada suporter. "Keberhasilan Allianz Arena menunjukkan kota di Italia harus memahami pentingnya stadion sepakbola modern untuk publik.

Sepakbola Italia selama beberapa tahun terakhir memang tak lepas dari problem. Dua raksasa Milan, terus mengeluh berkurangnya jumlah penonton mereka yang hadir di stadion.

Begitu pula dengan jawara Serie A, Juventus. Dalam laga perdana Liga Champions di kandang melawan Shakhtar Donestk, Juventus Arena yang biasanya penuh tampak lenggang. Usut punya usut, suporter Juventus memprotes kenaikan tiket di Juventus Arena.

Salam Kick Nawan
Laporkan jika akang menemui link download yang rusak DISINI

Sepakbola Italia Dalam Kesulitan

Sepakbola Italia Dalam Kesulitan ditulis oleh
10/10 based on 10 ratings from 10 reviewers

0 komentar:

Posting Komentar


Nama Saya Nawan Tutu Syah Lampah. Saya biasa dipanggil Nawan.
Saya seorang blogger yang mulai mempelajari dunia blogger di tahun 2011. Blog yang sedang saya pakai .
Saya tinggal di Bandung, tepatnya di Gadobangkong, dekat Pabrik Ultra.
Saya adalah seorang Programmer, namun saya belum bekerja dikarenakan saya masih seorang pelajar di SMK TI Garuda Nusantara.